E-learning  |   Info Akademik  |   Pendaftaran Mahasiswa Baru  |   Dosen  





Warta Dies
Warta Dies STIESIA
Peluang Bisnis E- Commerce dalam Menghadapi Persaingan Usaha
27 July 2016

Perubahan selera, kebutuhan dan gaya hidup menjadi ciri mutlak masyarakat Indonesia untuk segera mendapatkan barang atau jasa dengan tingkat kemudahan dan kecepatan yang relatif baik. Untuk itu, dibutuhkan rancangan dalam perkembangan teknologi agar mampu memenuhi setiap perubahan yang terjadi. Hasil riset Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Google Indonesia dan TNS (Taylor Nelson Sofres) menunjukkan bahwa pada tahun 2013 nilai pasar perdagangan elektronik Indonesia mencapai Rp. 94,5 Trilliun. Prediksi pada tahun 2016 nanti, nilai pasar perdagangan elektronik diprediksi mencapai tiga kali lipat, sekitar Rp 295 Trilliun atau sekitar 1,4 persen dari nilai perdagangan ritel di Indonesia. Kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia diproyeksi akan menjadi pasar e-commerce terbesar ketiga didunia setelah Amerika Serikat (AS) dan China. Menurut Dian Palupi, S.E., M.S.M (Dosen Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya) yang termuat dalam berita di Koran Harian Bisnis Surabaya Edisi 270/Tahun 06, 25 -31 Juli 2016 bahwa perubahan cara berbelanja dari offline menjadi online menjadi modal dasar dalam proses-proses bisnis seperti e-commerce yang akan mendukung 5 jenis transaksi di Indonesia yang meliputi:
1. Business to Business (B2B), adalah transaksi yang terjadi antar perusahaan sejenis maupun tidak sejenis.
2. Business to Customer (B2C), adalah transaksi antara perusahaan dengan konsumen/individu.
3. Customer to Customer (C2C), adalah transaksi yang terjadi dimana individu-individu saling menjual produknya.
4. Customer to business (C2B), adalah transaksi yang memungkinkan konsumen menjual barangnya kepada perusahaan.
5. Customer to Government (C2G), adalah transaksi yang kemungkinan terjadi antara konsumen dan pihak pemerintah.

Di Indonesia terdapat tiga segmen e-commerce yaitu start-up, usaha kecil dan menengah (UKM) dan usaha skala atas. Model e-commerce terdiri atas lima macam yaitu; model iklan baris, model marketplace to customer, shopping mall, business to customer dan social media shop dengan peluang yang saat ini pengguna internet di Indonesia hampir 73 juta dari 250 juta jiwa penduduk di Indonesia. Hampir seluruh segmentasi perusahaan di sektor perdagangan elektronik menikmati gurihnya fleksibilitas barang impor sebelum adanya regulasi impor yang terbaru. Peluang untuk meningkatkan proses bisnis melalui e-commerce masih sangat terbuka lebar karena penggunaan e-commerce (perdagangan elektronik bersifat flexible, murah, paperless (tanpa dokumen tertulis) dan borderless (tanpa batas geografi) sehingga lebih efektif dan efisien.

Warta Dies Lainnya
Jenjang Studi
Berita
lebih lengkap
Pengumuman
lebih lengkap
Event
lebih lengkap
Bookmark and Share

© 2009 - www.stiesiaedu.com

Best View Resolution 1024 x 768