E-learning  |   Info Akademik  |   Pendaftaran Mahasiswa Baru  |   Dosen  





Berita
berita seputar STIESIA
Yudisium dan Pemberian Gelar Doktor Program Studi S3 Ilmu Manajemen
05 March 2018

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA) mengadakan acara Yudisium dan Pemberian Gelar Doktor Program Studi S3 Ilmu Manajemen : Taufik Setyadi. Jumat, 1 Maret 2018 Bertempat di Gedung Graha Widya Bhakti, acara tersebut dihadiri oleh :

1. Pendiri STIESIA Prof. Sutjipto Ngumar, Ph.D., C.P.A
2. Ketua Perpendiknas Drs. Agus Subagio
3. Ketua STIESIA Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak.,CA
4. Wakil Ketua I (Bidang Akademik) Dr. Ikhsan Budi Riharjo, S.E, M.Si., Ak.,CA
5. Wakil Ketua II (Bidang Keuangan dan Umum) Dra. Ec. Sasi Agustin, M.M
6. Wakil Ketua III (Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan), Dr. Suwitho,SE.,MSi
7. Ketua Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Prof. Dr. Budiyanto, M.S
8. Tim Promotor, Civitas akademika lainnya juga para undangan

Dalam orasi ilmiah yang berjudul Aliansi Strategis, Keunggulan Bersaing dan Bandwagon Effect, Taufik Setyadi menyampaikan hal penting yang perlu di cermati yaitu adanya efek ikut-ikutan yang dilakukan oleh mitra industri kayu Perum Perhutani, hal ini terjadi karena adanya tuntutan pasar yang mensyaratkan bahwa bahan baku produk kayu yang sudah mendapatkan sertifikat ekolabel dari negara produsen termasuk Indonesia. Sebagai BUMN, Perum perhutani yang diberikan kewenangan oleh negara untuk mengelola kawasan hutan negara di Indonesia secara lestari dan berkelanjutan, telah berhasil mendapatkan label ramah lingkungan (ecolabelling) untuk seluruh hasil produk kayunya. Dari pemamparan orasi ilmiahnya, Taufik Setyadi menyimpulkan bahwa Aliansi Strategis sangat efektif untuk menciptakan kesempatan baru bagi Industri Kayu Perum Perhutani dan mitra aliansi jika dengan beraliansi kedua perusahaan mampu meningkatkan daya saing dipasar global, melakukan penelitian dan pengembangan produk secara berkelanjutan, mengembangkan penerapan teknologi baru yang lebih efisien untuk proses produksi, menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di pabrik untuk peningkatan proses produksi atau bersama-sama menggunakan sarana untuk memasarkan produk untuk mencapai keunggulan bersaing. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa model Aliansi Strategis yang bertujuan untuk meningkatkan Keunggulan Bersaing yang paling tepat untuk diterapkan di Perum Perhutani adalah bentuk Aliansi Strategis yang memfokuskan pada kepentingan kerjasama dalam peningkatan Inovasi Produk untuk mewujudkan Keunggulan Bersaing, dibandingkan dengan Aliansi Strategis melalui pengembangan Market Area. Banyak mitra Industri kayu yang berkeinginan untuk rnenjalin kerjasama dengan Perum Perhutani, karena hal ini merupakan efek ikut-ikutan (Bandwagon Effect) dengan tujuan untuk jaminan mendapatkan kepastian memperoleh bahan baku dari Perum Perhutani sehingga dapat memenuhi persyaratan mutu Internasional (Ecolabelling) Adanya efek ikut-ikutan (Bandwagon Effect) terkait dengan persyaratan ecolabelling tersebut, karena dengan melalui Aliansi Strategis ini, maka akan memberikan jaminan pada mitra Industri kayu yang dapat diajak beraliansi uniuk mendapatkan kemudahan dalam memanfaatkan bahan baku kayu jati yang bersertifikat dan memasarkan produknya diluar negeri (penjualan ekspor karena adanya persyaratan (ecolabeling).

Prof. Ir. Hening Widi Oetomo, M.M., Ph.D selaku promotor memberikan pesan dan nasehat secara singkat kepada Taufik Setyadi, beliau menyampaikan dengan kelengkapan praktisi dan akademisi yang dimiliki maka diharapkan keilmuan tersebut dapat disumbangsihkan untuk keluarga, nusa bangsa dan agama.

Ketua STIESIA Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak.,CA, mengucapkan selamat atas prestasi yang dicapai,dapat menyelesaikan program doktor. Gelar Doktor adalah gelar yang menjadi primadona dalam dunia akademik, karena gelar ini merupakan tingkat akademik tertinggi dan mencapainya butuh perjuangan. Seorang Doktor harus dapat mengkaji msalah untuk dapat disumbangsihkan. Dua bentuk sumbangsih antara lain Fundamental riset (keilmuan) dan terapan. Dalam mengkaji sebuah kasus harus didasari keilmuan yang bersifat empiris. Beliau berharap ilmu yang diterima tidak berhemti begitu saja dan ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan untuk kemajuan ditempat kerja. Jadikan masalah sebagai temuan-temuan yang bermanfaat. Tetap harus berkarya, menggunakan ilmu yg dimiliki, dan menunjukan pada dunia kerja, pada masyarakat dan negara bahwa kontribusi bersifat berkelanjutan

Diakhir sesi, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Anang Subarjo, S.E., MM dan pembawa acara menutup dengan ucapan terima kasih dan mempersilahkan untuk memberi selamat dan berfoto bersama.

 

foto dari berita diatas
Berita Lainnya
Jenjang Studi
Warta Dies
lebih lengkap
Pengumuman
lebih lengkap
Event
lebih lengkap
Bookmark and Share

© 2009 - www.stiesiaedu.com

Best View Resolution 1024 x 768