E-learning  |   Info Akademik  |   Pendaftaran Mahasiswa Baru  |   Dosen  





Berita
berita seputar STIESIA
Workshop : Pembentukan Sentra Sentra (Hak Kekayaan Intelektual) HKI dan Potensi serta Peranan Sentra (Hak Kekayaan Intelektual) HKI dalam Perguruan Tinggi
30 January 2018

Unit Satuan Kerja (USK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, Selasa 30 Januari 2018, menyelenggarakan Workshop : Pembentukan Sentra (Hak Kekayaan Intelektual) HKI dan Potensi serta Peranan Sentra (Hak Kekayaan Intelektual) HKI dalam Perguruan Tinggi dengan narasumber Tri Rusti Maydrawati, SH., MH merupakan Ketua Sentra HKI Universitas Hang Tuah. Bertempat di Ruang 202 Gedung Graha Widya Bhakti acara tersebut dihadiri :
1. Ketua Perpendiknas Drs. Agus Subagio
2. Ketua STIESIA, Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak.CA
3. Wakil Ketua I (Bidang Akademik) Dr. Ikhsan Budi Riharjo, S.E., M.Si., Ak., CA
4. Wakil Ketua II (Bidang Keuangan dan Umum) Dra. Ec. Sasi Agustin, M.M
5. Wakil Ketua III (Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan) Dr. Suwitho,SE.,Msi
6. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Prof. Ir. Hening Widi Oetomo, M.M., Ph.D
7. Dosen tetap STIESIA Surabaya

Tri Rusti Maydrawati, SH., MH menjelaskan dalam materinya bahwa hasil kemampuan berfikir (intelektual) manusia merupakan ide yang kemudian diwujudkan dalam bentuk ciptaan atau penemuan (invensi) produk atau proses. Pada ide itu melekat predikat intelektual yang bersifat abstrak. Hak milik hasil pemikiran (intelektual), yang melekat pada pemiliknya, bersifat tetap dan eksklusif, dan hak yang diperoleh pihak lain atas izin dari pemilik, bersifat sementara. Hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada seseorang atau sekelompok orang untuk memegang monopoli dalam menggunakan dan mendapatkan manfaat ekonomi dari kekayaan intelektual. Perlindungan HKI dibagi menjadi dua, yaitu sistem deklaratif dan sistem konstitutif. Keduanya melindungi hak moral (bersifat tetap dan tidak dapat beralih dan dialihkan) dan hak ekonomi (bersifat sementara bisa beralih dan dialihkan). Beberapa manfaat perlindungan HKI antara lain: mendorong pengembagan penelitian lebih lanjut, penyebaran informasi dan alih teknologi, meningkatkan nilai jual produk dan menjaga reputasi produk/usaha, meningkatkan perekonomian dan mencegah pengambilan nilai ekonomis karya intelektual oleh pihak lain, menjamin hak-hak alami, mencegah adanya duplikasi (Reinventing The Wheel) serta mendorong dan menghargai setiap inovasi dan penciptaan. Potensi HKI di Perguruan Tinggi dibagi menjadi dua, internal dan eksternal. Internal, Perguruan Tinggi yang memiliki beberapa fakultas memiliki potensi untuk menghasilkan kreasi intelektual (CPM, Desain industri, Rahasia Dagang, PVT, TLST) juga melaksanakn Tri Dharma PT. Eksternal, Perguruan Tinggi sebagai wadah masyarakat intelektual yang juga merupakan anggota masyarakat luas memiliki kewajiban moral untuk melakukan penyebarluasan dan pengkayaan HKI bagi dan kepada masyarakat luas sekitarnya.

foto dari berita diatas
Berita Lainnya
Jenjang Studi
Warta Dies
lebih lengkap
Pengumuman
lebih lengkap
Event
lebih lengkap
Bookmark and Share

© 2009 - www.stiesiaedu.com

Best View Resolution 1024 x 768