E-learning  |   Info Akademik  |   Pendaftaran Mahasiswa Baru  |   Dosen  





Berita
berita seputar STIESIA
Proses Pengawasan (Audit) Financial Technology
19 October 2017

Program Studi Diploma Tiga (D3) Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA), Rabu, 18 Oktober 2017 mengadakan acara Kuliah Tamu: Proses Pengawasan (Audit) Financial Technology, dengan narasumber Hendriyono Rachman, ST merupakan Kasubbag Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surabaya dan di moderatori oleh Lilis Ardini, S.E., M.Si., Ak., CA Bertempat di Hall 2 Graha Widya Bhakti, acara tersebut dihadiri oleh :
1. Ketua STIESIA Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA.
2. Wakil Ketua I (Bidang Akademik) Dr. Ikhsan Budi Riharjo, S.E., M.Si., Ak., CA
3. Ketua Program Studi Diploma Tiga (D-3) Akuntansi Dr. Fidiana, S.E., M.S.A
4. Civitas Akademika lainnya dan juga para mahasiswa program studi D3

Acara diawali dengan penandatanganan MOA antara pihak STIESIA dengan OJK Surabaya dan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata yang diwakili oleh Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA selaku Ketua STIESIA kepada narasumber, Hendriyono Rachman, ST.

Hendriyono Rachman, ST dalam kuliah tamu menyampaikan, financial technology (Fintech) adalah perpaduan antara teknologi dan fitur-fitur jasa keuangan yang mengubah model bisnis yang telah ada. Asosiasi Fintech Indonesia dideklarasikan pada 17 September 2015. Pembentukan asosiasi ini bertujuan untuk mewujudkan ekosistem Fintech yang kondusif di Indonesia. Asosiasi ini per 8 September 2017, telah memiliki anggota sebanyak 96 perusahaan start up, 20 lembaga keuangan dan 7 mitra asosiasi. Per 30 september 2017, perusahaan yang telah terdaftar di OJK sebanyak 20 perusahaan dan 1 perusahaaan telah mendapat izin usaha dari OJK. Peer-to-peer lending Marketplace yaitu aktivitas pinjam meminjam yang dilakukan secara online di sebuah marketplace.kegiatan usahanya antara lain: pertama, penyelenggara menyediakan, mengelola dan mengoperasikan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi dari pihak pemberi pinjaman kepada pihak penerima pinjaman yang sumber dananya berasal dari pihak pemberi pinjaman. Kedua, penyelenggara dapat bekerja sama dengan penyelenggara layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketiga, batas maksimum total pemberian pinjaman dana ditetapkan sebesar dua miliar rupiah. Perkembangan Fintech pada tahun 2016, tingkat imbal balik (net) yang dihasilkan oleh 4 perusahaan p2p lending di tanah air (KoinWorks, Investree, Modalku & Amartha) bekisar antara 17% sampai 20%.

Memasuki sesi tanya jawab, banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta kuliah tamu diantaranya: dampak fenomena digital bank pada kesempatan orang-orang untuk bekerja d bank, bentuk fisik nyata OJK, dan tingkat keamanan dalam peminjamannya, dampak kegiatan fintech pada peredaran uang tunai di Indonesia, peran OJK dalam penggantian uang yang dipinjam, Sejauh mana OJK sudah mensosialisasikan fintech ke masyarakat, Peluang dan ancaman adanya fintech bagi mahasiswa, dan pertanyaan tentang keberlangsungan perusahaan jika tidak ada lagi yang meminjam uang. Acara kuliah tamu ini memang memberikan banyak hal baru, sehingga menarik untuk dibahas dalam acara tersebut.

Diakhir sesi pembawa acara menutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah mengikuti kuliah tamu serta ucapan terima kasih kepada narasumber karena telah bersedia berbagi pengalaman dan berharap semoga ilmu yang sudah dibagi menjadi berkah dan bermanfaat.

foto dari berita diatas
Berita Lainnya
Jenjang Studi
Warta Dies
lebih lengkap
Pengumuman
lebih lengkap
Event
lebih lengkap
Bookmark and Share

© 2009 - www.stiesiaedu.com

Best View Resolution 1024 x 768