E-learning  |   Info Akademik  |   Pendaftaran Mahasiswa Baru  |   Dosen  





Berita
berita seputar STIESIA
Guest Lecture: International Cross Culture in Thailand
13 October 2017

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA), Kamis 12 Oktober 2017 mengadakan acara Guest Lecture: International Cross Culture in Thailand, dengan Narasumber Nico Irawan, S.S., M.Pd merupakan Dosen & Urusan Internasional dan Kemitraan di Universitas Internasional Rajamangala Universitas Teknologi Krungthep (ICUTK) Bangkok, Thailand. Bertempat di Ruang 202 Graha Widya Bhakti, acara tersebut dihadiri oleh :
1. Ketua STIESIA, Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak.CA
2. Wakil Ketua III (Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan) Dr. Suwitho,SE.,MSi
3. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sekaligus moderator, Prof. Ir. Hening Widi Oetomo, M.M., Ph.D
4. Dosen STIESIA, Civitas Akademika dan juga para mahasiwa

Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak.CA selaku Ketua STIESIA membuka acara sekaligus memberikan sambutan pada acara tersebut. Beliau menyampaikan bahwa prestasi skala Internasional telah berhasil didapat pada akhir September lalu, tepatnya oleh Prof. Ir. Hening Widi Oetomo, M.M., Ph.D. yang mendapat undangan khusus sebagai keynote speaker pada 4th Internasional Conference on Multidisciplinary Trends in Academic Research MTAR-2017 pada tanggal 29-30 September 2017 di Bangkok dan 4 mahasiswa S3 Ilmu Manajemen yang mempresentasikan karya ilmiahnya dan diterima di ajang yang tersebut. Selain itu beliau juga memberikan penjelasan singkat mengenai rencana kerjasama STIESIA Surabaya dengan Perguruan Tinggi Internasional Rajamangala Universitas Teknologi Krungthep dalam bentuk student exchange.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata oleh pihak STIESIA, yang diwakili oleh. Ketua STIESIA Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak.CA kepada Narasumber Nico Irawan, S.S., M.Pd.

Dalam materinya, International Cross Culture in Thailand, Nico Irawan, S.S., M.Pd menjelaskan bahwa pertukaran budaya yaitu membandingkan atau berurusan dengan dua atau lebih budaya yang berbeda. Beberapa aspek dari pertukaran budaya antara lain:usia, negara, etnisitas, jenis kelamin, nilai dan adat istiadat. Sedangkan budaya nasional merupakan kombinasi simbol, kepercayaan dan artefak khas untuk anggota satu bangsa. Budaya nasional terdiri dari : bahasa, nilai, agama, pendidikan, sistem yang legal dan sistem politik. Aspek budaya terdiri dari 4 hal: nilai, adat, simbol dan bahasa. Memasuki pembahasan mengenai budaya Thailand, Nico Irawan, S.S., M.Pd menjelaskan Thailand Dikenal sebagai Tanah Senyuman. Thailand adalah negara yang memiliki keindahan alam, iklim tropis dan orang-orang yang ramah. Sebelumnya disebut Siam. Ini adalah satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah diambil alih oleh kekuatan Eropa. Thailand terletak di antara Kamboja, Myanmar, dan Laos, dengan Teluk Thailand di selatannya. Budayanya mencampur pengaruh India yang kuat, tradisi China, dan unsur-unsur Thailand yang unik. Dengan beragam geografinya, orang-orang yang ramah, dan pemandangan yang menakjubkan, Tanah Senyum Thailand dipisahkan menjadi empat wilayah yang berbeda. Terlepas dari kekuatan dan kesatuan budaya Thailand yang menyeluruh, masing-masing wilayah memiliki ciri khas budaya dan geografis tersendiri.

Diakhir sesi, pembawa acara menutup dengan ucapan terima kasih kepada narasumber dan seluruh mahasiswa yang telah mengikuti Guest Lecture: International Cross Culture in Thailand, juga disampaikan kepada para peserta bahwa sertifikat dapat diambil mulai Senin, 23 Oktober 2017 di ruang LPPM.

foto dari berita diatas
Berita Lainnya
Jenjang Studi
Warta Dies
lebih lengkap
Pengumuman
lebih lengkap
Event
lebih lengkap
Bookmark and Share

© 2009 - www.stiesiaedu.com

Best View Resolution 1024 x 768