E-learning  |   Info Akademik  |   Pendaftaran Mahasiswa Baru  |   Dosen  





Berita
berita seputar STIESIA
Sharing Materi Seminar Internasional: Analysis Of Supply and Demand at Traditional Market by Geographical Informastion System in Surabaya
19 June 2017

Jumat, 16 Juni 2017 Unit Kerja (UK) Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA), menyelenggarakan Sharing Materi Seminar Internasional : Analysis Of Supply and Demand at Traditional Market by Geographical Informastion System in Surabaya dengan narasumber Prof. Ir. Hening Widi Oetomo, M.M.,Ph.D dan Ir. Pontjo Bambang Mahargiono, MM bertempat di Ruang Seminar STIESIA Surabaya acara tersebut dimoderatori oleh Okto Aditya Suryawirawan, S.M., M.SM dan dihadiri oleh seluruh dosen STIESIA.

Ir. Pontjo Bambang Mahargiono, MM menyampaikan bahwa latar belakang dari penelitian ini adalah Pasar sebagai salah satu fasilitas perbelanjaan selama ini sudah menyatu dan memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.Bagi masyarakat,pasar bukan sekedar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pasar juga wadah interaksi sosial dan representasi nilai-nilai tradisional.Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung.Bangunan biasanya terdiri dari kios-kios dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Pasar tradisional merupakan ciri pada negara berkembang. penelitian yang mempunyai tujuan untuk menganalisis permintaan dan penawaran pasar tradisional di Kecamatan Rungkut Surabaya ini tidak memiliki Hipotesis karena penelitia ini bersifat eksploratif untuk membentuk model Penawaran dan Permintaan Pasar di Pasar Soponyono dan Pasar Paing Kecamatan Rungkut Surabaya.

Kesimpulan yang didapat dari kegiatan Sharing Materi Seminar Internasional: Analysis Of Supply and Demand at Traditional Market by Geographical Informastion System in Surabaya ini yaitu menjawab permasalahan tentang Bagaimana permintaan dan penawaran pasar tradisional di Pasar Soponyono dan Pasar Paing. Maka teknik yang digunakan untuk menyelesaikan masalah adalah mengintegrasikan teknik statistik dan sistem informasi geografi. Teknik statistik digunakan untuk merencanakan bobot dan nilai standarisasi setiap indikator penawaran dan permintaan. Adapun Sistem Informasi Geografi digunakan untuk mengumpulkan data koordinat objek, analisis overlay, untuk menghitung jumlah objek dalam radius tertentu. Hasilnya adalah nilai indeks permintaan lebih tinggi dibanding indeks penawaran pasar baik di pasar Soponyono maupun di pasar Paing.

Memasuki sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta diantaranya pertanyaan mengenai alasan mengapa sampai. sekarang pasar tradisional masih dapat bertahan dan dapat menarik bagi pembeli seluruh kota Surabaya, alasan memilih topik ini dan nilai tambah yang dihasilkan dari penelitian ini, apakah 2 pasar yang di teliti.cukup representatif bagi pasar-pasar yang ada di Surabaya, alasan mengapa hanya memilih pasar di Surabaya timur sedangkan di Surabaya barat juga terdapat pasar yang sedang berkembang, dan saran untuk merujuk penelitian yang telah ada.

Diakhir sesi Okto Aditya Suryawirawan, S.M., M.SM sebagai moderator menutup kegiatan seminar dengan ucapan terima kasih kepada narasumber karena telah bersedia berbagi pengalaman dan berharap semoga ilmu yang sudah dibagi menjadi berkah dan bermanfaat.

 

foto dari berita diatas
Berita Lainnya
Jenjang Studi
Warta Dies
lebih lengkap
Pengumuman
lebih lengkap
Event
lebih lengkap
Bookmark and Share

© 2009 - www.stiesiaedu.com

Best View Resolution 1024 x 768