E-learning  |   Info Akademik  |   Pendaftaran Mahasiswa Baru  |   Dosen  





Berita
berita seputar STIESIA
Behaviour Finance dan Perkembangannya dalam Riset
22 May 2017

Sabtu, 20 Mei 2017 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA), menyelenggarakan Kuliah Tamu : Behaviour Finance dan Perkembangannya dalam Riset dengan narasumber Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D merupakan Dosen senior Fakultas Ekonomika dan bisnis Universitas Gadjah Mada, bertempat di Gedung Graha Widya Bhakti ruang 202 acara tersebut dimoderatori oleh Dr. Suwitho, M.Si dan dihadiri oleh:
1. Ketua STIESIA Dr. Akhmad Riduwan, S.E., M.S.A.,Ak, CA
2. Wakil Ketua I (Bidang Akademik), Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si, Ak., CA,
3. Ketua Program Studi Magister Manajemen (MM), Dr. Djawoto, S.E., M.M
4. Ketua Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM), Prof. Dr. Budiyanto, M.S.
5. Ketua Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), Dr. Maswar Patuh Priyadi, M.M., Ak., CA
6. Para peserta yang terdiri dari mahasisiwa S2 Manajemen, S2 Akuntansi, S3 Ilmu Manajemen, Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) dan civitas akademika lainnya.

Dalam materi kuliah tamu mengenai aspek keperilakuan investor (rasional vs irasional), Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D menyampaikan dengan mengutip Capital Asset Pricing Model {Treynor (1961), Sharpe (1964), Lintner (1965) dan Mossin (1996)}harga dari sebuah aset atau investasi ditentukan oleh resiko, sedangkan informasi tercermin dari harga, semakin akurat informasi semakin tinggi harga di pasar merupakan kutipannya pada Eficient Market Hypothesis (EMH) ( Fama, 1970). Dalam mengambil keputusan terdapat bias kognitif, bias kognitif mungkin terjadi apabila proses berfikir tidak sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan rasional dan tidak dilengkapi oleh alasan-alasan yang kuat. Beberapa akibat yang mungkin terjadi adalah penyimpangan presepsi, penyimpangan pertimbangan, dan interpretasi yang tidak logis, atau yang sering disebut sebagai tidak rasional. Delapan bias karena keterbatasan dalam berfikir rasional, antara lain: bias karena keyakinan yang berlebihan (keyakinan yang berlebihan ketika seorang investor merasa memiliki informasi,pengalaman dan pengetahuan yang dipandangnya cukup), bias frame waktu (bias yang diakibatkan karena menganggap bahwa apa yang terjadi jangka pendek merupakan representatif kejadian jangka panjang), bias karena mengabaikan resiko (sikap terhadap risiko yang berbeda karena perbedaan subyektifitas), bias karena ketersediaan, bias karena familiarity, bias karena ilusi kontrol (ilusi bahwa keterlibatkan individu akan meningkatkan perilaku risk talking karena merasa mampu mengendalikan situasi, walaupun seringkali situasinya diluar kontrol individu tersebut), bias jangka waktu dan suasana hati.

Kesimpulan yang dapat diambil dari kuliah tamu ini yaitu investor pada dasarnya dituntut untuk menggunakan perhitungan-perhitungan rasional, teori, konsep, serta pendekatan yang benar dalam membuat keputusan investasi. Namun, emosi akan selalu ikut mendampingi rasio bekerja. Intensitas keterlibatan emosi ditentukan oleh banyak variabel. Investor yang bijak adalah investor yang dapat mengendalikan emosi sehingga ia tidak terlalu banyak melakukan bias, yang akhirnya akan membawanya pada keputusan yang salah.

Diakhir sesi Dr. Suwitho, M.Si sebagai moderator menutup kuliah tamu dengan ucapan terima kasih kepada narasumber karena telah bersedia mentransfer ilmu dan berharap semoga ilmu yang sudah dibagi menjadi berkah dan bermanfaat. Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata oleh pihak STIESIA, yang diwakili oleh Ketua STIESIA Dr. Akhmad Riduwan, S.E., M.S.A.,Ak, CA di dampingi Wakil Ketua I (Bidang Akademik), Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si, Ak., CA, kepada Narasumber Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D .

foto dari berita diatas
Berita Lainnya
Jenjang Studi
Warta Dies
lebih lengkap
Pengumuman
lebih lengkap
Event
lebih lengkap
Bookmark and Share

© 2009 - www.stiesiaedu.com

Best View Resolution 1024 x 768