 Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris saat ini sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa dan menunjang mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Salah satu kegiatan yang dapat membantu penguasaan bahasa Inggris mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya adalah dengan mendatangkan English native speakers.
Salah satu upaya mewujudkan hal tersebut adalah dengan mengadakan pertukaran kebudayaan antara mahasiswa STIESIA Surabaya dengan mahasiswa dari Amerika Serikat. Beberapa mahasiswa dari University of Oklahoma dan University of Northern Colorado, U.S.A melakukan kunjungan ke kampus STIESIA Surabaya pada Senin - Selasa, 27 – 28 Juni 2011. Hal ini tentunya disambut hangat oleh seluruh sivitas akademika STIESIA Surabaya.
Mereka pun disuguhkan berbagai macam hiburan yaitu: Lagu-Lagu daerah oleh UKM Paduan Suara (Cemara Choir), seni tari oleh UKM Tari, Permainan Tradisional Rakyat Indonesia (Gentongan, Dakonan dan Lompat Tali) oleh UKM English Club dan Seni Membuat Gebongan Banten (persembahan untuk para Dewa Hindu) oleh UKKH STIESIA Surabaya. Dan sebaliknya, beberapa mahasiswa Amerika menampilkan beberapa ketrampilan dalam bermain musik akustik serta memperkenalkan permainan khas muda-mudi dari negara mereka berasal. Tidak hanya itu saja, mahasiswa STIESIA Surabaya dan mahasiswa Amerika bertanding futsal di lapangan futsal STIESIA Surabaya, kegiatan ini merupakan inisiatif dari UKM Futsal.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dr. Akhmad Riduwan, S.E., M.S.A., Ak. selaku Ketua STIESIA Surabaya beserta jajarannya. Beliau berharap kegiatan serupa dapat diadakan sebagai agenda tahunan agar nantinya seluruh sivitas akademika STIESIA Surabaya terpacu untuk meningkatkan kemampuan dalam penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris.
Ketua Perpendiknas – Drs. Hartojo Abdulkahar menyambut hangat kegiatan tersebut dan pada sambutannya, beliau memaparkan bahwa, “Pemahaman lintas budaya yang efektif berkaitan dengan mengatasi perbedaan budaya antar bangsa, agama, dan perilaku. Komunikasi lintas budaya sangat penting untuk dunia bisnis. Keanekaragaman masyarakat di kota dan di Negara lain berarti unsur komunikasi lintas budaya akan selalu dibutuhkan, baik itu antara staf, kolega, pelanggan ataupun klien.”
“Selain itu, hal terpenting dalam komunikasi lintas budaya adalah: Ketrampilan Mendengarkan, Ketrampilan Berbicara, Kemampuan Observasi, Kesabaran dan Fleksibilitas”, imbuhnya menutup sambutan pada hari pertama. |